Tinjauan: Kebangkitan Chip Semikonduktor Lokal Asia di Tengah Perang Dagang

Tinjauan: Kebangkitan Chip Semikonduktor Lokal Asia di Tengah Perang Dagang

0 0
Read Time:1 Minute, 1 Second

Di tengah perang dagang teknologi antara AS dan Tiongkok, Asia menyaksikan kebangkitan upaya untuk membangun kapasitas produksi chip semikonduktor lokal yang independen. Negara-negara di luar kekuatan utama (Taiwan, Korea Selatan) seperti India, Vietnam, dan Indonesia berinvestasi besar untuk menarik produsen chip dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan global yang rentan.

Krisis pasokan chip global beberapa tahun lalu menjadi pelajaran pahit yang mendorong urgensi ini. Negara-negara menyadari bahwa penguasaan teknologi chip bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga masalah keamanan nasional, karena chip adalah fondasi bagi hampir semua teknologi modern.

Taiwan dan Korea Selatan tetap menjadi pemimpin tak tertandingi dalam manufaktur chip paling canggih. Namun, negara-negara baru fokus pada produksi chip dengan teknologi yang sedikit lebih tua atau pada segmen pengemasan (packaging) dan pengujian, yang masih merupakan bagian penting dari rantai pasokan.

Tantangan utama kebangkitan chip lokal adalah biaya investasi yang sangat tinggi, kekurangan tenaga kerja terampil di bidang rekayasa semikonduktor, dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai skala produksi yang kompetitif. Kerangka insentif pemerintah akan menjadi penentu keberhasilan.

Asia menyaksikan kebangkitan ambisi produksi chip semikonduktor lokal di luar Taiwan dan Korea Selatan, didorong oleh kerentanan rantai pasokan global dan kebutuhan keamanan nasional, namun upaya ini terhambat oleh biaya investasi dan kekurangan talenta.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %